Minggu, April 20, 2014

Perbuatan & Ucapan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 
Saudara2ku, perhatikanlah perbuatan dan ucapan kalian
Suatu perbuatan dan ucapan tidak disebut amal sholeh kecuali memenuhi dua syarat:

 

 khlas: dlm melaksanakan perbuatan & ucapan itu motivasinya murni hanya ingin menaati Allah.
. Benar: perbuatan dan ucapan itu sesuai dengan tuntunan Allah dan RosulNya.

Saudaraku, berapa banyak orang yg melakukan perbuatan tertentu & mengucapkan ucapan tertentu yg dia anggap sebagai amal sholeh namun tidak memperhatikan dua syarat ini. Mereka hanya sibuk memperbanyak ucapan dan perbuatan serta merasa cukup dengannya, tanpa mau peduli apakah amal sholeh yg dilakukan diterima oleh Allah atau tidak. Na'udzubillah min dzalik! Mudah-mudahan kita tidak termasuk diantaranya.

Ketahuilah saudaraku bahwa tentang dua syarat diterimanya amal sholeh ini, Ibnul Qoyyim menjelaskan: “Perbuatan hati (diantaranya adalah niat yg ikhlas, pent) adalah pondasi sedang perbuatan anggota badan adalah pengiring & penyempurna. Kedudukan niat itu seperti ruh dan perbuatan adalah jasad yg ketika ruh meninggalkan badan maka akan mati. Karena itu mengetahui hukum-hukum yg berkaitan dengan hati lebih penting daripada mengetahui hukum-hukum yg berkaitan dengan anggota badan.” (Bada'i Al-Fawaid 3/224)

Saudaraku, sudahkah kita sibuk mengoreksi amal-amal sholeh kita masing-masing? Sudahkah memenuhi syarat-syarat diterimanya?

بارك الله فيكم

Senin, April 07, 2014

__ Salam __




بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

سَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl

Menjawab salam sesama muslim dalam adab islam hukumnya adalah wajib, selain itu karena penduduk indonesia yang mayoritas adalah negara islam maka sering dijumpai berbagai pernyataan salam baik secara langsung ataupun melalui media elektronik, entah apa maksudnya semakn lama salam yang original dari agama islam serin dirubah-rubah, padahal salam itu sendiri artinya sangat baik,
sebentar lagi kita akan bahas mengapa Anda tidak boleh sembarangan menyingkat salam.
sekali lagi, "ASSALAMU'ALAIKUM" JANGAN DISINGKAT LAGI!!
INILAH ARTINYA KALAU DISINGKAT
1. As = orang bodoh ; keledai
2. Ass = pantat
3. Askum = celakalah kamu
4. Assamu = racun

5. Samlekum = matilah kamu
6. Salom/syalom= dari bhs Ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru.
7. Mikum = dari bahasa Ibrani Mari Bercinta.
Yuk kita lihat isi surat Nabi Sulaiman dalam Al-Quran :
"Innahu min Sulaimana wa innahu Bismillahirohmaanir rohiim 'ala ta'lu 'alayya wa'tunil muslimina tho'inalloha robbal 'aalamiin."
Salam pendek, salam sedang dan salam panjang telah dicontohkan oleh Nabi dan tidak merubah makna aslinya :
1. Salam pendek : "Assalamualaikum". dengan 10 kebaikan.
2. Salam sedang : "Assalamualaikum warohmatulloh". dengan 20 kebaikan.
3. Salam panjang : "Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh". dengan kebaikan sempurna

Semoga Bermanfaat sahabat Filah

Kamis, April 03, 2014

★●○•°MutiArA PeLaNgi●○•°★



♥Bismillahirrahmaanirrahiim♥

♥Segala puji bagi-Mu yaAllah
Yang memberi kenikmatan

♥Yang memberi kebaikan.
♥Yang memberi keindahan.
♥Yang memberi karunia.
♥Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

♥Yang memiliki semua kenikmatan.
♥Yang memiliki semua kebaikan.
♥Puncak segala pengharapan.
♥Yang menunaikan sgala keperluan

♥○•Allahumma Sholli'ala Muhammad

■■Karuniakan kepadaku keyakinan dan berbaik sangka pada-Mu.

■■Kuatkanlah dalam hatiku harapanku pada-Mu.

■■Putuskan harapanku selain-Mu.
Sehingganya daku tidak berharap kecuali pada-Mu & dan tidak percaya kecuali kepada-Mu.

♥Ya Latif...
Wahai Yang Maha lembut terhadap apa yang Engkau kehendaki..

♥Sayangi daku didalam segala keadaanku sebagaimana yang KAU cintai & KAU ridhai..

♥Yarabbi..!!
SUNGGUH daku ini teramat lemah terhadap api neraka.
♥Maka,,,,, jangan siksa daku dengannya.

♥Yarabbi...!!!
Daku tak putus berharap dari-Mu
Daku menginginkan dari-Mu
Daku bermohon pada-Mu
Karena ENGKAUlah pemilik semua itu.
♥Daku tidak berharap selain-Mu dan tidak percaya selain-Mu
Wahai Yang Maha Pengasih dari sgala Maha Mengasih

♥Yarabbii..!!!
Daku telah mendzalimi diriku ..Ampunilah daku..Maafkanlah daku.

●○•°RIDHAILAH dalam setiap perjalanan hidupku..

Aamiin Allahumma Amiin.

●●yakinlah bahwa disetiap perkara pastilah ada penggantinya.

□●○•Dan setiap perlakuan ada ganjarannya..

●○•Dan disetiap kejadian pastilah tersimpan hikmahnya..

■●○•Salam setulus kasih mahabbah lillah.

Jumat, Maret 28, 2014

Teman, sobat dan kekasih…

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :


Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teman, sobat dan kekasih…

Ingatkah engkau ketika pertama kali aku mengenalmu…?! Aku mengenalmu dan
mencintaimu karena alasan itu, dan karena alasan itu pula aku bertahan dan bersabar terhadapmu. kini aku tak meliat lagi alasan itu ada padamu, entah karena engkau berubah atau aku yang tidak terlalu mengenalmu lebih dalam, jadi maafkan aku jika cintaku sedikit demi sedikit sirna dari lubuk hatiku untukmu, maafkan aku jika aku sudah tidak bisa bertahan dan bersabar akan dirimu, bukannya sombong tapi aku hanya ingin orang-orang yang berada di dekatku selalu memegang teguh dan menjunjung tinggi alasan itu karena dengan begitu aku akan merasa aman dengan dunia dan akhiratku dan itulah apa yang disarankan para ulama’ terhadap orang yang ingin slalu istiqomah agar mereka selalu bergaul dengan orang-orang yang menjunjung tinggi alasan itu, jadi maafkan aku…

Teman, sobat, dan kekasihku…

tahukah engkau apa alasan itu ?
Alasan itu tak lain dan tak bukan adalah agamamu (islam) yang merupakan kemuliaanmu, akhlakmu, dan darah dagingmu jika agama itu hilang pada dirimu hilang pulalah cintaku terhadap dirimu. Seseorang ulama’ salaf (terdahulu) pernah berkata : "Aku mencintaimu karena AGAMA yang ada padamu jika kau hilangkan AGAMA pada dirimu maka hilanglah cintaku padamu."

Aku hanya ingin kita semua termasuk orang-orang yang Allah anggap perkataan mereka adalah perkataan yang paling baik karena mereka menyeru kepada Allah, beramal sholeh dan berkata (berikrar) sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (orang-orang yang berserah diri), Allah berfirman dalam surat Al Fusilat ayat 33:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya : "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"

Sungguh untuk menunjukkan kita seorang muslim bukanlah melalui perkataan saja tapi juga melalui aplikasi dan bentuk nyata dalam perbuatan karena seseorang bisa saja berkata bahwa ia seorang mukmin dan muslim namun perbuatannya jauh bahkan tidak mencerminkan perbuatan atau akhlak seorang mukmin dan muslim. Jika kenyataannya demikian maka anda muslim dengan perkataan anda, anda muslim dengan pakaian anda, anda muslim dengan jenggot anda wahai akhy, dan anda muslim dengan jilbab anda wahai ukhty dan anda muslim dengan menjaga kemuliaan anda wahai akhy dan ukhty.

Itulah yang Allah ingin dari kita, Allah ingin kita beramal bukan hanya berkata tidakkah enkau mendengar firman Allah dalam sur
at As Sajadah ayat 17 yang berbunyi :
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya : "Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan."

Dengan surat ini aku mengajak engkau agar kita bersama-sama menjunjung tinggi agama itu serta menjaganya karena ia adalah darah daging kita, tonggak penentu dimana tempat tinggal kita di akhirat nantinya apakah itu syurga atau neraka, semoga Allah manjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang selalu istiqomah dijalanNya…Amin ya Rabbal Alamin

Kamis, Maret 27, 2014

__ ROSO __

By : Deary Hati

Ono roso ang ngeba'i dodo
Ora biso di woco ora biso di robo
Roso iki onone ing njero dodo ora ketoro
Annanging iso gawe sun unggah roso
Ono roso ngeba'i dodo
Kadang gawe sun guyu bahagio
Kadang gawe sun nelongso keloro loro
Duh roso...
Nggohno piye nggon ku arep kondo
Roso iki sun terimo tanpo rupo
Tumekane tampo nyuworo
Rasane koyo udan ing mongso ketigo
Aweh banyu nggo nyiram rogo

Boyolali
Thursday, March 27, 2014

__ RINDU ITU MASIH MENUNGGU __


By : DeAry Hati

Pada ruang semu, rindu dan gundah bertemu
Mereka terpenjara entah sampai kapan masanya

Disekap oleh senyap dan dibelenggu Sang penantian
Pada dinding dingin beku tapi tak biru
Pada ruang kelam serupa malam tapi juga bukan

Mimpi itu akan menyata, rindu berkata
Sementara gundah, berjelanak pelan ke arah rindu, belati tajam ia hunuskan
Kini rindu sekarat, duduk tersudut menyongsong azal menjelang
Bergeming. Cinta yang ditunggu pun tak juga datang

Dan kini rindu terkubur dibawah nisan bertuliskan harapan
Namun dalam tidurnya rindu tetap percaya, cinta akan datang padanya
Mungkin pada suatu ketika

Love You Dewi Mulani Putri

Boyolali
Thursday, March 27, 2014

Rabu, Maret 26, 2014

Pengertian Al-Lathif

Pengertian Al-Lathif
Kata Al Lathif  berasal dari akar kata la-tha-fa, yang bermakna lembut, halus, atau kecil. Az-Zajjaj, pakar bahasa Arab dalam tafsir Asma’ul Husna mengartikan Al-Lathif sebagai ul Husna mengartikan Al-Lathif sebagai “yang mencapai tujuannya dengan cara yang sangat tersembunyi atau tak terduga.”
Al-qur'an memberitahukan kepada kita deretan ayat tentang yang Maha Halus
didalam Al-Qur’an bahwa Allah bersifat Al-Lathif, diantaranya sebagai berikut :
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
Artinya : Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
(QS. Asy Syura : 19)
*****
خَبِيرٌ لَطِيفٌ ٱللَّهَ إِنَّ مُخْضَرَّةً ٱلْأَرْض فَتُصْبِحُ مَآءً ٱلسَّمَآء مِنَ أَنزَلَ ٱللَّهَ أَنَّ تَرَ أَلَمْ
Artinya : Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui .                                    (QS. Al HAjj : 63)
*****
ٱلسَّمَٰوَٰت فِى وْأَ صَخْرَةٍ فِى فَتَكُن لٍدَ خَرْ مِّنْ حَبَّةٍ مِثْقَالَ تَكُ إِن إِنَّهَا يَٰبُنَىّ                 خَبِيرٌ لَطِيفٌ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّه بِهَا تِ يَأْ ٱلْأَرْض فِى وْأَ
Artinya : Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (QS. Lukman : 16)
Dari ayat diatas jelas menunjukkan rangkaian "latiifun khobir" atau Maha Halus dan Maha Mengetahui yang menanyakan keniscayaan dalam dimensi manusia, namun sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang tiada berasa oleh manusia.
Allah menciptakan kita dan Dialah Allah Yang Maha Tahu dengan detil siapa diri kita. Allah-lah yang tahu kebutuhan fisik kita. Allah tahu akan kebutuhan kita bahkan lebih tahu dari diri kita sendiri, tidak mintapun kebutuhan kita sudah dipenuhi.

Al Lathif  (Yang Maha Lembut/Maha Halus) artinya DIA adalah Tuhan yang bersikap lembut kepada hamba-hamba-Nya pada semua hal yang telah ditakdirkan dan Dia mengetahui semua perkara yang tersembunyi. Dia-lah yang maha mengasihi semua umat-Nya dan mengetahui perkara sampai sekecil-kecilnya
Selain itu Allah SWT berfirman dalam ayat lain berbunyi ”wal yatalaththaf” yang secara harfiah berarti ”hendaklah kalian berlaku lemah lembut”.
Dari ayat tersebut Allah SWT.  juga memerintahkan kita untuk bersifat lemah lembut dan peduli sesama manusia.
Predikat Al Lathif  memang pantas disandang Allah, dan hanya Dia yang pantas menyandangnya. Setidak-tidaknya, ada tiga alasan mengapa Dia disebut Al Lathif : 
Pertama, Dia melimpahkan karunia kepada hamba-hambaNya secara tersembunyi dan rahasia, tanpa diketahui oleh mereka. Ketika Dia menyatukan dua insan berlainan jenis dalam mahligai rumahtangga, tak seorang pun tahu dari mana datangnya cinta. Begitu halus, begitu lembut, sehingga orang yang dikaruniainya tak juga mengetahuinya. Demikian pula anugerah rizki yang lain, semua serba halus dan tersembunyi. Al-Ghazali memberi catatan khusus di sini, ketika ia menggambarkan betapa Maha Halusnya Allah. Ia mengangkat contoh janin, bagaimana Allah memelihara janin ibu dan melindunginya dalam tiga masa kegelapan, yaitu kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutupi anak dalam rahim. Betapa Mahahalusnya Dia ketika memberi makan janin melalui pusar sampai ia lahir dan mengilhaminya menyusu kepada ibunya tanpa ada yang pernah mengajarinya. Gigi-gigi bayi ketika itu belum ditumbuhkan agar si Ibu tidak kesakitan ketika anaknya menyusu. Siapakah yang menahan tumbuhnya gigi bayi? Semuanya serba halus, lembut, dan nyaris tidak ada yang mengetahuinya.
Kedua, Dia menghamparkan alam raya ini untuk makhlukNya. Allah memberi kepada semua makhlukNya melebihi yang diminta. Kita tidak pernah minta hidup di dunia ini, tapi Dia menganugerahi kehidupan. Kita tidak pernah ingin dijadikan manusia, tapi Allah menakdirkan kita menjadi manusia. Kita tidak pernah minta bisa berbicara, tapi Allah mengaruniakan kepada kita kemampuan berbicara. Dia telah memberi sebelum diminta. Di sisi lain, Dia tidak pernah menuntut balas, juga tidak memberi beban melebihi kemampuan makhlukNya. Adakah yang lebih santun dari Dia?
Ketiga, Dia berkeinginan agar semua makhlukNya mendapatkan kemaslahatan dan kemudahan. Dia tidak ingin makhlukNya mendapati kesulitan. Al-Qur’an bertutur: “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kalian dalam kesulitan.”
Itulah sebabnya, Allah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana kehidupan dan memberi kemudahan kepada manusia untuk mendapatkannya. Allah melengkapi makhlukNya dengan berbagai indera, selain naluri yang bersifat alamiah. Khusus untuk manusia, Allah mengaruniakan akal pikiran dan hati nurani. Dua sarana yang dikaruniakan Allah itulah yang menjadikan manusia sebagai makhluk tertinggi.
Indikator / Makna Dari Asmaul Husna “Al-Latif”.
Pertanyaan "Apakah kamu tiada melihat" atau pertanyaan "biji sawi yang tersembunyi dalam batu baik dilangit atau di bumi" atau pertanyaan "pencipta tapi tidak tahu". Ketiga pertanyaa diatas merupakan sindiran bagi manusia yang memiliki keterbatasan namun selalu menjawab sesuatu seolah lebih tahu dari yang maha tahu.
Sindiran dalam pertanyaan pertama merupakan sesuatu yang general tentang hujan, namun banyak yang menyangkal dengan mengatakan bahwa itu adalah proses alamiah semata sebagaimana teori kondensasi. Peranan Allah dalam menentukan hujan sering terlupakan, sehingga ketika hujan turun bukan bersukur, namun lebih kepada hal yang seharusnya memang terjadi atau memang musim hujan.
Sindiran dalam pertanyaan kedua adalah memang sesuatu yang tersembunyi yang tidak dapat dijangkau manusia, baik sesuatu bentuk nyata atau tidak, namun kebanyakan manusia selalu mengesampingkan peranan Allah dalam kejadian tersebut. Sedikit sekali peranan Allah merupakan efek dominan dari ilmu pengetahuan, berita atau kejadian. Sindiran tersebut merupakan sindiran sangat halus bahkan diibaratkan ketika berbakti kepada orang tua dan harus memilih untuk mempersekutukan Allah, maka pilihan seharusnya tetap pada Tauhid
Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (lukman:15)
Sindiran ketiga merupakan pertanyaan umum, ketika suatu ciptaan terbentuk, maka Allah maha Tahu tentang mengapa ciptaan itu terbentuk. Selain karena memang merupakan hukum alam (pengetahuan), maka peranan Allah sangatlah besar dalam memunculkan suatu peristiwa atau kejadian. Kebanyakan manusia memang tidak memikirkan hal ini sebagai sindiran yang sangat halus.
...sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (yunus:92)
Sindiran Allah-pun secara halus bisa juga mengenai diri kita, yang artinya kita harus lebih dekat kepada Allah ketika di sindir. Hal yang berbahaya ketika sindiran itu tidak terasa sama sekali karena pekatnya hati diliputi kesombongan karena merasa paling benar.
Dunia lain kadang menerjemahkan maha halus ini sebagai sosok peri, wanita yang memiliki perasaan sangat halus. Dalam Islam, maha halus ini lebih dari itu, sehingga maha halus selalu diikuti dengan maha mengetahui (latiifun khobir)

Perbuatan Allah Yang Dapat dikategorikan dalam Asmaul Husna Al-Latif
Dia lah yang meniupkan angin   pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya ; dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri   yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran ; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (al:furqoon:48-50)
Dari surat di atas contoh perbuatan Allah yang dapat di kategorikan dalam asmaul husna al latif yaitu:
Allah menurunkan hujan sebagai rahmat manusia di bumi dan sebagai wujud Allah bersifat Al-Latif
Hikmah Mempelajari dan Mengamalkanya
Dlam kehidupan sehari-hari biasa orang melembutkan hatinya, dia akan halus dan peka, kepekaan itu ada 3 macam :
a. Peka terhadap dosa dan kesalahan.
    Setiap manusia tidak akan lepas dari dosa dan kesalahan, tetapi
    bagaimana kita peka atau tidak terhadap dosa dan kesalahan yang ada.
    Orang-orang yang berhati lembut dan halus akan mempunyai kepekaan,
    sehingga dosa dan kesalahan menjadi bahan untuk evaluasi dan
    perbaikan diri.
 b. Peka terhadap ilmu.
Seberkas cahaya masuk menerangi segelas air dan sekelilingnya. Tetapi
jika kotor gelas, air dan sekelilingnya, maka tidak akan terterangi.
Jika seseorang yang hatinya keruh, jangankan untuk menerangi
sekelilingnya, diri dan keluarganya belum tentu bisa terterangi.
 c. Peka terhadap amal.
     Ikhlaskan amal dengan kelembutan karena Allah bisa mengingatkan
     hambanya dengan peringatan yang lembut
Untuk melatih kepekaan kita harus melakukan pergaulan sehingga dapat
melembutkan hati. Amalan yang dilatih untuk melembutkan hati :

1.  Bergaul dengan lingkungan orang miskin, sakit dan lemah.
2.  Dengan cara berbuat kebaikan,
Sehingga sikap yang muncul adalah dari menerima pemberian orangmenjadi memberi orang lain. Akhirnya akan menjadi manusia yang ikhlas  dalam beramal.
3.  Selalu ingat kepada Allah.
Kalau kita banyak melakukan dzikir, maka sikap kita adalah sikap yang terkendali kapanpun dan dimanapun. Wallahu'alam.
Secara garis besar pengamalan asma “Al Lathif“dalam doa memiliki empat fungsi.


(1). untuk menyembunyikan diri dari pengelihatan orang-orang zalim ( terlindungi   dari ancaman musuh )
(2).  untuk kebebasan dari segala kesempitan
(3).  untuk memenuhi segala kebutuhan
(4). untuk kemudahan mencari rejeki